saat orang lain
sedang bersiap2 menghadapi uas, saya sudah selesai uas karna saya akan
memulai keterampilan dasar praktik klinik di rs soetomo.cukup sedih juga
saat yang lain liburan, saya harus di rumah sakit.29 desember, hari
pertama saya di rs dapet jaga di ruang anak bona 2...
cape,pegel, pengen cepet pulang rasanya, dan pengen bulan januari segera selesai.
ternyata tidak hanya jaga saja, saya juga ditugaskan untuk membuat laporan pendahuluan tentang leukemia atau lebih dikenal sebagai kanker darah.akhirnya di hari ke dua, saya melihat data di rekam medik ruang hematologi yang juga kebetulan saya berjaga disana. saya buka dan saya menemukan seorang anak yang bernama DP.namanya DP bukan dewi persik bukan juga diana pitri hehehehe..anaknya masih berumur 4 tahun, tapi dia selalu menarik perhatian saya, karna dia sangat berbeda dengan pasien2 yang lain.saat pasien2 yang lain menangis kejer sampe saya tidak peka lagi dengan suara tangisan anak kecil,saya tidak pernah melihat DP menangis, bahkan saat di suntik/di infus pun tak setetespun airmata DP menetes, dia hanya bilang aw.jika yang lain sudah berteriak-teriak bilang emoh ma... emoh... ga mau disuntik (saat saya dan perawat yang berjaga mulai mendekati anak yang akan disuntik) DP datar tanpa ekspresi saat saya menginjeksikan obatnya.kenapa kamu begitu tegar de? membuat saya malu... malu akan diri yang selalu mengeluh.saat anak lain harus menangis meraung-raung karna orangtuanya yang bergeser beberapa meter darinya, bahkan dirimu tak bergeming sedikitpun saat ditinggal sendirian oleh ibumu.kamu pun tidak marah atau bersedih saat ibumu memberi tahu bahwa kamu kehabisan kacang hijau, malah kamu bertanya: ma, kenapa kacang ijonya di panci?saat yang lain rewel dan minta digendong oleh orang tuanya, kamu tetap anteng dengan buku gambarmu meskipun tangan kananmu baru saja kami masukan jarum.kamu pun ternyata tidak hanya di infus dan di suntik, ternyata kamu pun harus di tranfusi darah. dan golongan darahmu AB, golongan yang langka, sehingga 3 hari yang lalu saat pasokan darah habis dan kamu telat tranfusi, langsung saja di kaki mu muncul bintik2 merah keunguan yang membuat miris orang yang melihatnya.
satu kejadian tadi pagi yang menggelitik, kamu tidak mau disuapi ibumu, ingin tetap makan sendiri, meskipun tangan kanan mu sedang ditranfusi darah.ibu: sini ibu dulang ben ga copot iku selange..DP: emoh..perawat: iyo.. enakan di dulang..ben ga copot selange..DP: emoh...( dengan ekspresi yang mulai kesal )orang tua pasien sebelah: cilik-cilik wis darah tinggi... wis yo ben ae ga usah di dulang wong kemaren ae maem dewek to,,,perawat: ceh akeh ne rek segone... ente ta?ibu:iyo,,, kemaren ae sebungkus abis mba.. padahal porsi orang dewasa..saya: tersenyum sambil dalam hati berkata (de.. de,,, kecil kecil makannya banyak, gapa.. malah bagus, anak yang lain malah ga mau makan, kamu makan seporsi orang dewasa.. hahaha,,,, makan yang banyak biar cepet sembuh, biar bisa ikut play group lagi kayak sebelum kamu sakit )cepet sembuh,,,,belajar tegar dari seorang anak kecil yang masih berumur 4 tahun, belajar untuk tidak mengeluh, karna terlalu memalukan jika harus mengeluh untuk hal yang sepele, sedangkan anak kecil 4 tahun dengan leukemia saja tak mengeluh dan tetap tegar.
cape,pegel, pengen cepet pulang rasanya, dan pengen bulan januari segera selesai.
ternyata tidak hanya jaga saja, saya juga ditugaskan untuk membuat laporan pendahuluan tentang leukemia atau lebih dikenal sebagai kanker darah.akhirnya di hari ke dua, saya melihat data di rekam medik ruang hematologi yang juga kebetulan saya berjaga disana. saya buka dan saya menemukan seorang anak yang bernama DP.namanya DP bukan dewi persik bukan juga diana pitri hehehehe..anaknya masih berumur 4 tahun, tapi dia selalu menarik perhatian saya, karna dia sangat berbeda dengan pasien2 yang lain.saat pasien2 yang lain menangis kejer sampe saya tidak peka lagi dengan suara tangisan anak kecil,saya tidak pernah melihat DP menangis, bahkan saat di suntik/di infus pun tak setetespun airmata DP menetes, dia hanya bilang aw.jika yang lain sudah berteriak-teriak bilang emoh ma... emoh... ga mau disuntik (saat saya dan perawat yang berjaga mulai mendekati anak yang akan disuntik) DP datar tanpa ekspresi saat saya menginjeksikan obatnya.kenapa kamu begitu tegar de? membuat saya malu... malu akan diri yang selalu mengeluh.saat anak lain harus menangis meraung-raung karna orangtuanya yang bergeser beberapa meter darinya, bahkan dirimu tak bergeming sedikitpun saat ditinggal sendirian oleh ibumu.kamu pun tidak marah atau bersedih saat ibumu memberi tahu bahwa kamu kehabisan kacang hijau, malah kamu bertanya: ma, kenapa kacang ijonya di panci?saat yang lain rewel dan minta digendong oleh orang tuanya, kamu tetap anteng dengan buku gambarmu meskipun tangan kananmu baru saja kami masukan jarum.kamu pun ternyata tidak hanya di infus dan di suntik, ternyata kamu pun harus di tranfusi darah. dan golongan darahmu AB, golongan yang langka, sehingga 3 hari yang lalu saat pasokan darah habis dan kamu telat tranfusi, langsung saja di kaki mu muncul bintik2 merah keunguan yang membuat miris orang yang melihatnya.
satu kejadian tadi pagi yang menggelitik, kamu tidak mau disuapi ibumu, ingin tetap makan sendiri, meskipun tangan kanan mu sedang ditranfusi darah.ibu: sini ibu dulang ben ga copot iku selange..DP: emoh..perawat: iyo.. enakan di dulang..ben ga copot selange..DP: emoh...( dengan ekspresi yang mulai kesal )orang tua pasien sebelah: cilik-cilik wis darah tinggi... wis yo ben ae ga usah di dulang wong kemaren ae maem dewek to,,,perawat: ceh akeh ne rek segone... ente ta?ibu:iyo,,, kemaren ae sebungkus abis mba.. padahal porsi orang dewasa..saya: tersenyum sambil dalam hati berkata (de.. de,,, kecil kecil makannya banyak, gapa.. malah bagus, anak yang lain malah ga mau makan, kamu makan seporsi orang dewasa.. hahaha,,,, makan yang banyak biar cepet sembuh, biar bisa ikut play group lagi kayak sebelum kamu sakit )cepet sembuh,,,,belajar tegar dari seorang anak kecil yang masih berumur 4 tahun, belajar untuk tidak mengeluh, karna terlalu memalukan jika harus mengeluh untuk hal yang sepele, sedangkan anak kecil 4 tahun dengan leukemia saja tak mengeluh dan tetap tegar.
p

Tidak ada komentar:
Posting Komentar