Nama saya diana fitri
lathifah, sekarang saya mahasiswi semester 4 di universitas airlangga Surabaya.
saya lahir di sukabumi tanggal 29 oktober 1993 dan tinggal disana sampai
berumur 7 tahun, setelah berumur 7 tahun saya tinggal di bekasi. Setelah lulus
dari sdn bintara 6, saya melanjutkan sekolah di smp 199 jakarta kemudian di sma
12 jakarta. Kalau ditanya saya orang mana, maka saya akan menjawab saya orang yang
berbeda: berdarah betawi dan sunda hehe karna memang bapak saya betawi asli dan
ibu saya sunda tulen. Saya seorang intuiting introvert, namun bisa terbuka
tehadap orang yang sudah saya kenal. Terkadang teratur dan terencana, namun
sangat suka jalan-jalan kapan pun saya mau. Menurut bakat dari sidik jari, saya
cenderung di kecerdasan logis matematis dan berbakat untuk menjadi seorang
inisiator. Dan Alhamdulillah, jurusan yang saya ambil ternyata sejalan dengan
bakat kecerdasan alami saya.
Saya anak pertama dari
4 bersaudara, meskipun kami bersaudara tapi saat ini kami tidak tinggal
bersama,saya kuliah di Surabaya, adik saya yang pertama sma di sumedang, adik
saya yang kedua smp di sidoarjo dan adik saya yang terakhir sd di bekasi.
Pada dasrnya saya orang
yang percaya diri, namun sering karna berbagai factor saya menjadi minder. Saat
saya sd, saya cukup berprestasi sampai menjadi murid teladan se kecamatan,
namun di masa smp saya menjadi minder karna saya sekolah di Jakarta yang
notabene siswa-siswinya berada, tapi meskipun begitu saya masih masuk di kelas
unggulan dan pernah memenangkan lomba cerdas cermat bahasa Indonesia lagi-lagi
tingkat kecamatan. Namun karna masalah kelurga, saat saya di sma prestasi saya
jauh merosot, bahkan bisa dibilang terjun bebas. Karna ada masalah keluarga,
saya akhirnya tidak betah di rumah dan menyibukan diri di berbagai macam
organisasi sehingga saat saya pulang ke rumah, saya dalam keadaan cape dan
langsung istirahat. Hal itu berlangsung selama 1 tahun hingga pada akhirnya
saya memutuskan untuk ngekost, selain karna tidak betah di rumah, rumah saya
pun memang cukup jauh dari sekolah dan sangat macet. Namun Allah selalu
menolong hambaNya yang menolong agamanya. Saat saya kelas 2, saya sangat aktif
di rohis, mungkin karna itulah Allah menerimakan saya di sebuah universitas dan
jurusan yang saya inginkan padahal saya hanya pringkat 10 besar kelas dari
belakang dan nilai UN saya pun 3 matapelajaran bernilai 6. Dan Allah pun selalu
memberikan rezeki dari arah yang tidak terduga. Saya mengetahui beasiswa etos
saat saya sma,bahkan saya pun mengikuti toenas. Namun saya salah persepsi saat
membaca salah satu persyaratan beastudi etos: diterima di ptn melalui snmptn di
universitas dan jurusan yang direkomendasikan etos. Saya menyangka bahwa
beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa yang sudah terdaftar di ptn. Hingga
suatu hari saya mengetahui bahwa beasiswa ini adalah untuk calon mahasiswa.
Namun itu semua terlambat karna saya mengetauinya h-1 penutupan pendaftaran
sedangkan berkas yang harus dipenuhi cukup banyak. Namun saya tetap nekat
kuliah, karna doktrin ibu saya yang selalu bilang kalau buat pendidikan mah
uang selalu ada aja. Hingga pada suatu hari di bulan oktober, saya menerima sms
dari teman saya bahwa ada open recruitment beastudi etos. Meskipun saya merasa
heran, tetapi saya berkeinginan untuk mencobanya. Namun masalah hadir kembali,
jurusan saya tidak direkomendasikan oleh pihak etos. Tapi saya tidak mau
menyerah. Saya mencoba menghubunhi cp dan bertanya akan hal itu. Dan
Alhamdulillah ternyata itu tidak masalah dan akhirnya saya mendaftar di etos
dan pada tanggal 12 november 2011 saya resmi sebagai penerima manfaat beastudi
etos.
Di kuliah, saya lebih
memilih organisasi kerelawanan seperti kementrian advokasi bem UA dan relawan
rumah zakat Surabaya. Namun saya tidak
ingin merupakan asal muasal saya, sehingga saya juga mengikuti assalam
(keluarga besar mahasiswa islam) dan fuldfk (forum ukhuwah lembaga dakwah
fakultas kedokteran)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar